TEKNOLOGI KOMPUTER

” AMD Demokan Komputasi Ultra Realistic”

suarasurabaya.net| AMD mendemokan peraihan tonggak sejarah dalam komputasi ultra realistic dan visual interaktif melalui kekuatan proses chip grafik teraFLOPS (trillion floating point operations per second) masa datang dengan nama kode “RV770”.

Para pembuat konten harus memilih antara realisme sinematik yang tersedia offline dan tanpa interaktifitas pengalaman sensor atau pengalaman interaktif tanpa realisme ultra yang penuh.

Pendemonstrasian “Cinema 2.0 experience”-terminologi dari AMD, membuka penghalang sensor yang membedakan visi para pembuat konten dan pengalaman interaktif yang mereka inginkan bagi para penonton di seluruh dunia saat ini. Demo Cinema 2.0 memperlihatkan penggabungan interaktifitas dinamis secara real time dengan efek digital sinematik yang menampilkan semua yang terekam dalam video seperti aslinya.

Prestasi AMD dalam teknologi pemrosesan ini dapat mengkombinasikan penghayatan artistik dari para pengarah film terkenal, perusahaan efek visual dan para pembuat game di seluruh dunia memberikan kesempatan pengalaman entertainment yang menakjubkan.

DOMMY ARNANTI Country Manager AMD Indonesia dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (26/06), mengatakan dengan Cinema 2.0, tidak hanya memainkan film, namun pengguna akan bermain didalamnya.

“Bayangkan kemampuan untuk membuat Anda seperti berada di dalam lingkungan film science fiction, atau serasa duduk di kursi pengemudi dalam lintasan balapan, yang dimungkinkan dengan menggunakan Cinema 2.0,” kata DOMMY.

Ini, menurut DOMMY, tantangan bagi setiap pengarah film untuk menterjemahkan visi yang indah dalam pikiran ke dalam film untuk dilihat penonton. Cinema 2.0 menghilangkan kendala waktu dan biaya yang ada dalam mengambil sebuah gambar yang tepat. Lebih baik lagi memungkinkan para penonton untuk mengeksplorasi pengalaman dalam setiap bagian dari visi pengarah film tersebut.

Penampilan demo Cinema 2.0 mewakili sebagian Holy Grail, salah satu game paling laris saat ini, serta memberikan perjalanan baru bagi para pembuat film digital.

“Bayangkan untuk pergi ke pembukaan sebuah film dan pada saat kembali ke rumah dapat emainkan game dengan tampilan dan feelnya sama. Bahkan sampai pada model karakter dan setnya sama,”tambah DOMMY. (tin)

Tjiptoadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: