KEDISIPLINAN

Hal yang paling sulit kita lakukan adalah mengalahkan musuh terbesar kita yaitu diri kita sendiri. Jika kita sudah dapat mengalahkan dan mengendalikan diri kita sendiri, berarti kita sudah mencapai tahap kecerdasan spiritual yang tinggi. Mengalahkan dan mengendalikan diri sendiri bukanlah sebuah peristiwa, tetapi sebuah kebiasaan dan kedisiplinan yang harus kita lakukan setiap hari.
Pada umumnya kita bisa mencela dan mengkritik orang lain karena kurang disiplin tapi kadang kadang kita lupa apakah kita ini termasuk manusia yang disiplin.
Ada sebuah syair yang ditulis oleh penulis anonim, berjudul An Indian Prayer berbunyi demikian:
I seek strength. Not to be greater than my brother, but to fight the greatest enemy, myself……” Aku mencari kekuatan. bukan untuk menjadi orang yang terkuat dari yang lain , tetapi untuk berjuang mengalahkan musuh besarku, ya itu diri ku
Syair ini saya temukan tertempel di kamar belajar seorang teman saya dua puluh tahun yang lalu. Penyair ini telah menemukan rahasia terbesar kehidupan ini, yaitu pertempuran terus-menerus dengan dirinya sendiri.
Seseorang disebut ¯kuat ketika dia sudah menemukan cara untuk mengalahkan dan mengendalikan dirinya. Inilah hal yang kita sadari sangat kurang dalam diri kita.

Tidak ada hal yang lebih penting dalam manajemen diri dibandingkan dengan kedisiplinan. Selain pentingnya menemukan arah dan tujuan hidup yang jelas, kedisiplinan merupakan syarat mutlak untuk mencapai impian kita atau melaksanakan misi hidup kita. Kita harus disiplin dalam mengembangkan diri kita (lifetime improvements) dalam segala aspek, kita harus disiplin dalam mengelola waktu dan uang kita, kita harus disiplin dalam melatih keterampilan kita dalam setiap bidang yang kita pilih. Kita seharusnya belajar banyak dari orang-orang luarbiasa dalam sejarah umat manusia.

Mengendalikan orang lain hanya menunjukkan sebagian kebaikan karakter kita. Jadi salah satu komponen yang penting dalam memperkaya kehidupan spiritual kita adalah pengendalian diri, yaitu mengalahkan musuh terbesar yaitu diri kita sendiri.
Lao Tsu, filsuf Cina, pernah mengatakan, ¯Menundukkan orang lain membutuhkan tenaga. Menundukkan diri kita sendiri membutuhkan kekuatan. Ternyata lebih mudah bagi kita untuk menundukkan orang lain daripada menundukkan diri sendiri. Seperti kita ketahui bahwa salah satu anugerah Tuhan kepada manusia adalah kesadaran diri (self awareness). Hal ini berarti kita memiliki kekuatan untuk mengendalikan diri. Kesadaran diri membuat kita dapat sepenuhnya sadar terhadap seluruh perasaan dan emosi kita. Dengan senantiasa sadar akan keberadaan diri, kita dapat mengendalikan emosi dan perasaan kita.

Semua orang kagum pada Mark Spitz, bintang Olimpiade tahun 1972 di Munich, Jerman. Waktu itu ia berhasil memperoleh tujuh medali emas serta memecahkan tujuh rekor dunia baru dalam olah raga renang. Adakah rahasia di balik keberhasilannya?
Ketika ditanya tentang rahasia keberhasilannya, Mark Spitz mengatakan, We all love to win, but how many people love to train? “ Kita semua menyukai kemenangan, tetapi tidak banyak dari kita yang menyukai latihan dengan penuh kedisiplinan. Semua orang melihat Mark Spitz menerima medali emas dengan penuh kekaguman. Namun, adakah yang memperhatikan bagaimana Mark Spitz harus melalui kedisiplinan dalam latihan keras sejak pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Ternyata untuk mencapai prestasi tersebut Mark Spitz harus melalui latihan keras secara disiplin hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun. Ia telah membayar terlebih dulu harga kesuksesannya.
Kita semua juga ingin memperoleh banyak kesuksesan dalam kehidupan kita. Tetapi maukah kita membayar terlebih dulu kesuksesan yang kita idam-idamkan itu? Karena untuk meraih kesuksesan kita dituntut untuk membangun sebuah kebiasaan, sebagaimana dikatakan oleh Aristoteles, seorang filsuf besar sepanjang zaman, bahwa kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang (baca:secara disiplin).
Jadi, keunggulan bukanlah sebuah tindakan melainkan sebuah kebiasaan. Tidak ada cara lain untuk membangun sebuah kebiasaan kecuali melakukan sebuah tindakan secara terus-menerus berulang-ulang dengan disiplin. Melalui kedisiplinan kita dapat mengembangkan potensi dahsyat yang ada dalam diri kita. Kita harus menerapkan dan mempraktikkannya minimal dalam waktu 30 hari. Meskipun kadang-kadang perubahan atau manfaat dapat kita rasakan setelah beberapa hari mempraktikkannya, kita bisa memperoleh hasil yang lebih dahsyat setelah kita berhasil menjalankannya selama 90 hari. Setelah itu, kita bisa benar-benar merasakan manfaatnya.

dalam hidup kadang kita lupa akan sebenarnya kita, dan selalu bisa hanya menyalahkan orang lain tapi untuk menyalahkan diri sendiri sulit kita lakukan, kita coba untuk selalu mengupgrade diri kita dengan selalu berkaca pada diri kita dalam pikiran atau tindakan . Apa yang telah kita berikan untuk lingkungan kita, bukan apa yang telah diberikan lingkungan kepada kita

4 Balasan ke KEDISIPLINAN

  1. Harris mengatakan:

    Disiplin? siapakah yang harus disiplin?? Apakah Murid, Guru, Karyawan, dll..ataukah semuanya?? Apa sih definisi Disiplin itu….kalau sudah ketemu, apakah kita sudah disiplin walau sekecil apapun permasalahannya…dalam hal ini : Mengajar, Datang dan pulang tepat waktu??

  2. tjipto mengatakan:

    disiplin itu bukan hanya datang dan pulang tepat waktu tapi seperti yang tertulis diatas disiplin itu berangkat dari diri sendiri bukaan siapa yang harus disiplin tapi apakah aku, tunjuk dirimu sudah disiplin tanyakan pada hatimu yang paling dalam karena klo menuntut orang disiplin tentunya ya dari kita dulu laah kecuali klo sudah menganggap dirinya paling disiplin yaa ?????? yang penting contoh tidak harus menuntut, dan klo orang sudah bisa mengalahkan keangkuahannya sendiri baru orang itu akan diacungi jempol 2

  3. Taufiq mengatakan:

    Disiplin?

    memang susah untuk berdisiplin itu, yang pasti dari diri sendiri. mencoba pertama kali disiplin itu suangat susah ada 2 cara untuk disiplin menurut saya yaitu
    1. Dari diri sendiri (tapi dengan Ikhlas)
    2. Dari diri sendiri (tapi terpaksa)

    Tinggal pilih yang mana? yang kasar atau yang lembut. kalau dilembutin makin seenaknya sendiri tapi kalau di paksa ya repot juga sih,
    5kunci Disiplin
    Ikhlas
    Sadar diri
    Tanpa paksa
    Tanpa takut
    Sepenuh hati

  4. mbahsomo mengatakan:

    @Taufik angkatan sembilan ya jurusan apa ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: