KITA RENUNGKAN SEJENAK

Ada tulisan yang menarik dari teman yang rasa rasanya perlu kita sebarkan disini untuk direnung mari kita simak cerita berikut
UNTUK KITA RENUNGKAN

Ada anak bernama Jihan bertengkar dengan ibunya karena ada hal yang berbeda prinsip dengan ortunya . Karena digeluti dengan rasa sangat marah, Jihan segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun alias minggat . Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang sepeserpun
Saat menyusuri sebuah jalan dengan terisak isak , ia melewati sebuah kedai bakso dan ia mencium harumnya aroma masakan membuat dia merasa lapar . Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Jihan berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakso?” dengan terisak iya berkata “Ya, tetapi, aku tdk membawa uang ibu ” jawab Jihan dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakso untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakso. Jihan segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Ada apa nona” Tanya sibibi kemudian dia jawab nggak ada apa apa Cuma aku terharu sambil mengeringkan air matanya .
Kemudian si Jihanl berkata
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakso !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Ibu, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu baik dan peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai bakso
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Jihan, menarik nafas panjang dan berkata
“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakso dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakso dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”
Jihan, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk Semangkuk bakso dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Jihan, segera menghabiskan baksonya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Jihan, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Jihan kau sudah pulang nak, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”.
Pada saat itu Jihan tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

RENUNGAN:
BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH SAYANGNYA DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR PIKIRKANLAH HAL ITU??
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

19 Balasan ke KITA RENUNGKAN SEJENAK

  1. wong Fei Hung mengatakan:

    kenyataan yg banyak terjadi,…. ORANG TUA KITA BISA MENGASUH/MENGASIHI SEMUA ANAK-ANAKNYA. tapi, TAK SEMUA ANAKNYA MAMPU MENGASUH/MENGASIHI ORANG TUANYA .(Kita Renungkan Sejenak)

  2. mbahsomo mengatakan:

    Dunai sudah mendekati kiamat nih, ada orang tua yang tega ama anaknya. jadi sekarang sulit mengatakan seperti itu.😀

  3. ARDi9 the jo!Nèr 1 mengatakan:

    Wahh,paK kePSek M0hon Perhatianya TeRHadap saRAna PeMBèlajaran Yank Kurang Memadai.m0hon Perhatianya !!!

  4. alex STM mengatakan:

    @ mbah somo
    klo lihat subyeknya, tak sedikit kok ‘ortu’yg ‘tega’ sm anaknya. bersukurlah anak yg ‘diteteskan’ dalam situasi itu. lho…?
    artinya DIA sebenar-benarNYA sedang memberikan kesempatan pada si anak untuk menjadi sesuatu yg dikehendakiNYA.kehendakNYA tak jauh dg sifat yg dipunyaiNYA. terssurat dalam 99 namaNYA yg disiratkan di garis tapak tangan si anak. si anak tinggal pilih kok….gratissssss lagi.
    Ibrahim khaliluLLAH , satu contoh terbaik.

  5. mbahsomo mengatakan:

    Pak alex gimana pohonnya jadi tebang tidak😀

  6. alex STM mengatakan:

    itu mbah pohon yg menghasilkan buah sptnya lebih diminati sekaligus sbg peneduh.pohon yg hanya sbg peneduh ada beberapa yg digepras.yg jelas masih hijau dan rimbun kok

  7. Tjiptoadi mengatakan:

    Pak Alex itu siapa sih aku cari didaftar guru SMKN3 Buduran sampai melotot nggakkujumpai pak alex tolong pak alex siapaanda sebenarnya wong di blognya SMKN3 aja kok pakai nama samaran malu donk sama murid akhirnya muridpun pakai nama samaran hehehehehe

  8. Al Faqir mengatakan:

    @ pak tjipto
    Gus Dur sering berkata :”giiiitu aja kook repoot.”

  9. Al Faqir mengatakan:

    pualing pak alex STM itu….lagi pakai hak ‘litentia poetica’ , dan itu sudah biasa di dunia jurnalis pak tjip

  10. tjiptoadi mengatakan:

    ya sih , tapi klo nggak mau yaaa gak papa hak masing masing tapi masak gitu aja repot

  11. alex STM mengatakan:

    @ yg nanya nama
    William Shakespeare pujangga besar dari Britania Raya
    cuma nanya “what is the name ?”

    @ penanggap JIHAN
    ‘dunia dekat kiamat’ ,mgkin istilah tepat.sebab banyak kejadian yg berlipat lipat sekaligus terlipat lipat.ciri dominan : merajalelanya keRUSAKan.
    (RUSAK =saRU ning tetep di saSAK). penjelasan ini dan contohnya banyak diseputar kita.

    KI RONGGO WARSITO Pujangga kondang tanah Jawa di era SINUHUN PAKU BUWONO IV pernah mengingatkan akan tibanya “jaman edan” yg Beliau istilahkan dengan KALATHIDA.keprihatinan akan tibanya KALATHIDA Beliau tuliskan :

    Amenangi jaman edan
    ewah aya ing pambudi
    yen tan melu anglakoni
    kaliren/karanta wekasanipun

    ndilalah kersane Gusti ALLOH Ta’ala
    begja begjane wong kang lali
    isih begja wong kang eling
    klawan waspada

    karya Beliau ini berada di padha ke 10 diantara 18 padha yg tertulis lengkap karya KALATHIDA.
    (ket :padha=bait). kiranya keprihatinan Beliau ini, dengan pepeling yg di sampaikan masih relevan dg kondisi sekarang ini

  12. tjiptoadi mengatakan:

    hanya nama aja ngasih beberapa jurus dan teori yang njlimet

  13. Anang mengatakan:

    Selamat atas para guru yang telah lulus setifikasi, mudah-mudahan dengan didapatkannya setifikat makin pofesional perhatian kepada siswa demi masa depan negara dan bangsa

  14. jim mengatakan:

    @ pak anang wahyu hidayat ta?

    ehm…ehm…ehm
    dapurnya dulu atawa bangsa dan negara ?

  15. dea mengatakan:

    waduh pak bener-bener menguras air mataku …..hik

  16. mbahsomo mengatakan:

    @alex STM
    Saya sampai tidak bisa komentar nih
    sampek wirit hidayat jati, walah ilmu tuwo [metune nyowo]😀

  17. abimz_welding7 mengatakan:

    sedikit aja merenungi tadi,,saya setuju sekali kita tidak boleh melupakan kasih orang tua kita karena merekalah yang membeesarkan kita sejak dari kecil hingga dewasa,,,dan alangkah mulia orang tua kita karena sesungguhnya mereka tidak pernah mengharap balas atas apa yang mereka berikan kepada kita.mereka hanya ingin melihat anak2nya bahagia pada masa dewasanya,,bagi adek2 apakah kalian sudah melakukan satu hal yang membuat orang tua kita berbahagia??membuat mereka bangga pada kita??silahkan direnungi dalam diri masing2,dan tetaplah berusaha untuk menjadi seorang anak sholeh/sholeha..karena orang tua kita tidak akan pernah menuntut hal tersebut kepada kita.maka tahu dirilah kita….

    • Nita_GRB VIII mengatakan:

      @ Buat smua

      Semua yg dilakukan orang tua kt seumur hidup kita yg disebut pengorbanan itu, takkan terbayar dengan apapun selain kasih yang kt berikan tuk mereka. Dan pointnya, kt akan sangat..sangat mengerti arti kasih kpd orang tua jika kt telah merasakan menjadi orang tua dari anak-anak kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: