LULUSAN STM BERCITA-CITA SEBAGAI EKONOM?

Satu lagi dari sekian Alumni STMN Perkapalan (SMKN3 Buduran) yang menapakkan ke uletannya walau dia seorang lulusan sekolah teknik jurusan TLK angkatan ke V toh masih bisa menjadi ekonom, apa kiat kiatnya sehingga bisa menjadi seperti itu ya emang ekonomi di Indonesia ini perlu adanya tukang las yang bisa memberikan keamanan ekonomi mungkin perlu di las

Marilah kita simak perjalanan hidupnya :

LULUSAN STM BERCITA-CITA SEBAGAI EKONOM?

Pertanyaan itu mungkin sedikit agak janggal dan tidak masuk akal. Tapi jalan itulah yang tampaknya akan dipilih oleh salah satu alumni jurusan Teknologi Las Kapal (TLK) angkatan 5 dari STMN Perkapalan yang sekarang berubah nama menjadi SMKN 3 Buduran.

Semasa sekolah, alumni ini mempunyai julukan Panjul. Nama aslinya Achmad Tohari. Putra sulung dari 5 bersaudara asli Gresik ini punya motto tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai. Dengan kesungguhan dan doa maka semua itu menjadi mungkin.

Jujur saja, motivasi saya menjadi seorang ekonom adalah banyak dipengaruhi oleh tragedi krisis ekonomi dan memicu krisis sosial yang terjadi pada tahun 1997. Dimana pada saat itu tatanan ekonomi yang sebelumnya menempatkan Indonesia sebagai salah satu macan Asia dan dibangun dalam waktu yang cukup lama porak-poranda hanya dalam hitungan bulan. Sehingga kesimpulan saya adalah adanya permasalahan fundamental perekonomian yang harus diperbaiki.

Berangkat dari motivasi itulah, lulusan yang satu ini kemudian memutuskan untuk melanjutkan sekolah di jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga. Hal itu tidaklah mudah karena pada saat itu, pandangan masyarakat bahwa lulusan STM terasa janggal jika melanjutkan kuliah di jurusan ekonomi. Di Fakultas Ekonomi, banyak dosen yang tidak percaya bahwa saya adalah lulusan STM. Sehingga saya harus bekerja keras hanya sekedar menunjukkan eksistensi . Disinilah saya merasakan bahwa semangat kedisiplinan dan bekerja keras yang saya dapat di STMN Perkapalan menjadi faktor penting yang membantu saya beradaptasi.

Sejumlah prestasi yang dicapainya mampu membuat decak kagum bagi civitas akademika di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Mulai dari mahasiswa berprestasi tingkat fakultas, universitas hingga juara karya tulis ilmiah tingkat nasional merupakan prestasi yang dicapainya semasa menjadi mahasiswa. Pada saat kuliah dia juga mendapatkan beasiswa dari General Elecatric Foundation sejak semester 2 sampai lulus. Jujur saja, pemberian beasiswa ini sangat membantu saya dalam hal biaya kuliah. Dengan beasiswa sebesar Rp. 600 ribu perbulan ditambah semua kebutuhan (biaya buku, spp, dll) saya dapat membuktikan bahwa anak buruh tani juga mampu kuliah. Maklum karena orang tua saya pada saat itu sempat melarang kuliah karena keterbatasan biaya.

Pada saat wisuda, alumni STM ini juga ditetapkan sebagai lulusan terbaik tingkat fakultas dan universitas dengan predikat summa cumlaude. Predikat lulusan tercepat juga disandangnya karena dia hanya menyelesaikan program strata 1 dalam 2 tahun 11 bulan dimana rata-rata mahasiswa pada saat itu lulus dalam 4 tahun.

Perasaan saya sangat senang dapat lulus S1. Mungkin itu dapat memberikan sedikit rasa bahagia buat orang tua dan guru-guru saya yang telah membesarkan dan mendidik saya. Karena jasa mereka tentu saja akan tidak terhingga jika digantikan materi. Hanya memberikan rasa bahagia ini yang akan mampu mengobati rasa capek membesarkan dan mendidik kita.

Sejumlah capaian tersebut tidak lantas membuat dirinya puas, justru hal itu menambah keyakinannya untuk meraih prestasi yang lebih baik. Cita-cita untuk membangun kembali fondasi ekonomi yang lebih kuat agar mensejahterakan semua masyarakat Indonesia adalah sesuatu mimpi yang ingin digapainya.

Setelah lulus S1, sejumlah tawaran beasiswa untuk melanjutkan studi ke Eropa diterima oleh Panjul. Negara yang pada saat itu dapat dipilih untuk melanjutkan sekolah meliputi Prancis, Jerman dan Belanda. Namun, akhirnya alumni yang satu ini memilih untuk melanjutkan sekolah di Utrecht School of Economics Utrecht University, Belanda.

atohari1


Bagi saya, beasiswa itu sebanding dengan usaha yang saya lakukan. Semenjak kuliah, saya sudah mempersiapkan diri untuk menguasai beberapa bahasa. Pada saat itu, saya selalu mengisi waktu luang untuk les bahasa Prancis dan Belanda. Saya menganggap penguasaan bahasa sangat penting di era globalisasi. Menurut saya penguasaan bahasa Inggris saja belum cukup dan harus ditunjang dengan bahasa asing lainnya.

Mungkin inilah sekelumit cerita tentang salah satu alumni STMN Perkapalan/SMKN 3 Buduran. Semoga kisah ini mampu memberikan tambahan motivasi buat kita semua untuk terus belajar dan tidak mudah puas serta putus asa. Untuk mas Panjul, selamat berjuang mewujudkan cita-citanya. Semoga kiprahnya dapat membawa harum nama almamater, lingkungan dan bangsa.

Itulah penuturannya dan kami dari guru SMKN3 buduran menyampaikan terimakasih dan selamat pada anda sukses untuk anda kami bangga dengan anda, dan mudah mudahan ini bisa menjadi pacuan semangat bagi siswa siswi di SMKN3 Buduran Bravo SMKN3 Buduran

88 Balasan ke LULUSAN STM BERCITA-CITA SEBAGAI EKONOM?

  1. rimba_raya mengatakan:

    selamat berjuang, semoga tambah sukses!!!

  2. abimz mengatakan:

    wah hebat sipanjul euuyyy ,,,kira2 ada keinginan buat ngundang teman2 seangkatan/adik tingkat buat makan2 ngga nih

  3. IK V mengatakan:

    selamat untuk Panjul…membaca perjalanan hidupnya jadi tambah semangat…semoga semakin sukses….
    Terima kasih

  4. mbahsomo mengatakan:

    Selamat buat mas Panjul.
    Semangat itu tetep tapi perlu di pahami juga tiap orang punya jalannya masing – masing, ada Mas Panjul yang ekonom, ada mas abimz yang di jepang. itu udah mengambarkan semua ragam kehidupan. jadi explorasi diri[Sopo Ingsung] kira – kira bagian mana dari kita yang akan menjadi jalan terbaik bagi kita. Pasti tiap orang punya fungsinya sendiri – sendiri.
    Sekali lagi semangat dan selamat Buat Semuanya.😀

  5. sword man mengatakan:

    @ mbah somo

    btul mbah ,memang tiap manungso akan menjalani garis hidupnya sendiri-sendiri.tapi tetap mendapatkan kebe basan untuk menentukan pilihan secara mandiri. sangat boleh jadi “ingsun” ning ojo “kumingsun”

  6. Alumni TLK mengatakan:

    @ Mbahsomo dan Sword man

    Dan kebebasan untuk berkreasi dan kritis untuk menentukan diri kita sendiri itu apa didapatkan di STMN Perkapalan?😀 jangankan kebebasan, potong rambut aja diatur 3-2-1 :))

  7. sword man mengatakan:

    @ alumni TLK

    wehhh…. jgn keliru mmbaca sastraning jagad.
    kebebasan individu itu tentu dipagari oleh kebebasan komunitas. lhaa klo institusi sbg komunitas nggak boleh menentukan tatanannya(sbg pranataning urip bareng saat ngangsu kawruh)mau jadi apa ini? wong kita datang kesana itu atas maunya kita? bukan maunya institusi itu.OK coy..?

  8. abimz mengatakan:

    yup ,kebebasan individu itu memang perlu,tetapi tetap harus ada rambu2 berupa norma dan aturan,sebagai batasannya.coba bayangkan ,jika ngga ada batasan kebebasan setiap individu ,malah jadi kacau khan..misalnya:kesekolah merokok,memakai pakaian yang ngga layak,berambut gondrong,mbolos semaunya,dll.seperti kita ketahui diskul kita pada jaman bahuela ,penerapan potongan rambut 3-2-1 sangat ketat sekali,(saya juga pernah kena pethal juga oleh bpk.sugik (PAL) pada saat apel pagi.)tetapi setelah saya pikir2 ,tentunya ada maksud kenapa diterapkan peraturan itu.sebagaimana kita ketahui banyak sekali terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh rambut yang gondrong.saya baru sadar betapa pentingnyamenggunakan alat2 keselamatan kerja ,terutama bagi kita yang beraktfitas dilokasi industri.weleh jadi OOT.
    back to the topic,
    intinya kebebasan yang mengarah pada hal yang positif harusnya tetap kita dukung,,tetapi kebebasan yang berimbas negatif tentunya harus distop/atau diarahkan ke positif.thanks

  9. IK V mengatakan:

    Abimz di jepang juga….?
    Tentang rambut pendek 3-2-1 dulu pernah dipertanyakan dan jawabnya untuk keska, jawaban yang kurang masuk akal..kenapa tidak????????. Di Jurusan Interior Kapal terdapat 4 cewek, 1 pakai jilbab dan yang 3 tidak pakai jilbab dan rambut mereka lebih dari sebahu, kalau alasan untuk keska..apakah keska hanya untuk siswa cowok?.Kalau menurut saya selama rambut rapi (tidak harus 3-2-1) dan dalam artian tidak gondrong (layak untuk anak sekolah) itu sudah cukup, sekolah kita bukan sekolah militer kok…Mendengar alasan lain juga dengan rambut pendek, menunjukkan eksistensi siswa PAL, menunjukkan eksistensi tidak harus tampil beda, suguhkan prestasi itu cara yang lebih tepat. Wah jadi ingat angkatan ke V mendapatkan rata-rata NEM terbaik tingkat nasional untuk sekolah kejuruan.
    Terima kasih dan mohon maaf bagi yang tidak berkenan.

  10. abimz mengatakan:

    @IK V

    yupz…buat IK V join diforum http://www.stemapal.net,,

    kalo menanggapi penerapan rambut 3-2-1,knp kok cewek ada pengecualian??ihihihi ,tentunya ada sisi pengecualian bro,nek ceweke dicukur 3-2-1 juga ya gimn tuh jadinya hahaha,,ya mungkin ada aturan misalnya diikat atau gimn gitu..tetapi klo boleh urun saran aja,memang klo buat ukuran 3-2-1 itu jadi irip kayak pendidikan tentara tu,,mungkin agak panjangan dikit 4-3-2 selain itu setiap siswa diwajibkan menggunakan helm keselamatan selama ada dikawasan industri.jadi inget teman sekelas saya yang kepalanya bocor gara2 helmnya dilepas sewaktu ada ditempat kerja.dan satu pelajaran lagi bagi adik-adik kelas,jagalah keselamatan&keamanan dalam bekerja baik bagi diri sendiri maupun orang lain disekitar kita.

  11. Alumni TLK mengatakan:

    he…he… masih rame masalah rambut aja. Itu pranata sosial tentang rambut (3-2-1) saya kira hanya militer yang tahu jawabannya. Buktinya kalo dulu kita lihat di PT PAL, banyak kok pekerja yang rambutnya gondrong. Apa mungkin biar gak kesumukan gitu?😀

    @ sword man.

    “wong kita datang kesana itu atas maunya kita? bukan maunya institusi itu” paradigma ini menurut saya kurang pas. karena dengan paradigma seperti itu seakan mengesampingkan peran penting siswa.

    Bagaimanapun, sebagai bagian dari suatu masyarakat kita seharusnya diberitahu manfaat dari adanya tatanan sosial tersebut. Karena pengetahuan tentang manfaat akan menambah kesadaran kita mentaati aturan yang digariskan. Kalo aturan dibuat tanpa manfaat positif apa ya harus ditaati? Jadi ingat tentang mitos waktu kecil kalo maghrib dilarang keluar rumah karena ada candikolo😀

  12. sword man mengatakan:

    @ Alumni TLK

    klo kedatangasn kita bukan maunya kita, apa institusi mo jd kambing hitam? fair dong njul. kan kita yg datang mendaftar isi formulir untuk bisa diterima jd siswa lalu bisa digembleng disitu ?

    akan halnya analogi kejadian saat kecil yg dihubungkan dg “candi kolo” saya kagum dg larangan yg pernah Emakku sampaikan.walaupun beliau tak mampu menjelaskan mengapa itu kudu di lakukan,”Cung…jadilah anak yg bisa menghargai waktu.” jd klo kita yg muslim/mah ya tentu itu saat sholat magrib.bagi yg biasa samadi yaa itu salah satu saat yg dianjurkan.saat matahati mulai tenggelam itu juga punya pengaruh yg tak begitu baik, dibandingkan pengaruh terbitnya thd kejiwaan manusia. sekali waktu klo kamu peka njul rasakan hembusan angin yg timbul saat maghrib, cobalah…..
    dan dalam konsep cakra manggilingan itu ada yg disebut “sangaring kala”.sy nggak tahu ini di konsep ekonomi.

  13. alex STM mengatakan:

    @ alumni TLK,abimz,sword man

    saluut…salut didiskusi ini sy mendapat informasi yg sangat bagus soal kesan siswa/i ttg terapan “tata tertib sekolah”(cuplikan bahasan :potongan rambut)
    bagi yg pro, tentu tinggal bgmn berterima kasih.
    bagi yg kontra,eeeiiiit………….nanti dulu,masih perlu waktu utk mempertemukan tali rasa, biar sama enaknya.

    Institusi pendidikan formal sekolah kejuruan macam sekolah kita ini(jg sekolah lain)sayangnya tidak dalam posisi tawar menawar hal pembentukan Attitude/ sikap tingkah laku(ranahnya termasuk tampilan diri) ,
    klo lah dg jurusan yg berbeda, masih dimungkinkan ada siswa yg boleh berambut gondrong, nggimbal sekalipun(macam personilnya grup Slank atau Coconut)karena tak berhadapan dengan mesin,lalu ke sekolah jg tak perlu pakai sepatu(karena selalu di ruang ber AC dan ngadep layar monitor, sepatunyapun kudu dilepas).siswa jurusan yg berhadapan dengan mesin tetap dg tata tertib yg “kolot” dg segala alasan KESKAnya. klo ada pengecualian tampilan macam ini di satu sekolah dengan satu nama, satu komando kepala sekolah, apa itu bukan tata tertib ragu-ragu namanya ?sedang dg rambut yg pendek masih sering tercium bau rambut’sengak’ saat habis berkeringat karena praktek, apalagi gondrong ?

    pesan saya :
    1.tolong jangan menabur angin di ranah tata tertib ini.
    2.masih banyak pembenahan yg dilakukan disini, jangan malah menambah keruh suasana. adik2mu butuh wawasan yg cerdas namun menguatkan minat belajar n berlatih.
    3. alumni yg telah sukses diluar, bisa menularkan trik mencapai sukses pd adik2, tanpa embel2 yg merisaukan keberadaannya sbg siswa/i.
    4.klo lah jadi kacang, mbok jangan lupa sama kulitnya.(karena kamu bukan kacang ya jgn “lupa diri”)

  14. Alumni TLK mengatakan:

    @sword man
    lho…. kok jadi mlenceng begini😀. Disini tidak ada yang dijadikan kambing hitam mas. Saya yakin bahwa keberadaan institusi (almamater) kita sudah on the right track (berjasa pada semua alumni termasuk saya pribadi) dan sesuai dengan tujuan didirikannya. Namun, yang saya perlu diskusikan adalah apakah tujuan itu selamanya relevan dan bersifat statis tanpa mengikuti perkembangan permasalahan bangsa. Dimana saat ini permasalahan bangsa menghadapi pengangguran yang cukup tinggi. Sehingga pertanyaan saya, apa tujuan menciptakan tenaga kerja berskill tinggi itu berguna jika tidak ada kesempatan kerja yang tersedia? itu masalahnya.

    Kenapa saya propose untuk merubah strategi atau bahkan tujuan yang semula dibuat untuk STM. Bukan hanya STM perkapalan tapi juga STM lainnya. Tujuan yang saya tawarkan adalah bagaimana STM tidak hanya menciptakan tenaga kerja berskill tinggi tapi keberadaan STM juga mampu menciptakan manusia-manusia yang siap membuat lapangan kerja sendiri. Syukur-syukur kalo bisa menyerap tenaga kerja di lingkungannya. Kenapa STM? karena saya juga merasakan bahwa saya alumni STM, dimana kesiapan skill untuk menjadi entrepreneur sangat dibutuhkan. Hal inilah yang saya rasa menjadi keunggulan STM dibandingkan dengan lulusan SMA. Itu yang saya maksud.

    Menurut saya, hal itu memerlukan media eksperimen. Dimana ada satu atau sekelompok STM yang bersedia untuk merubah mindset-nya tentang bagaimana meningkatkan kontribusi STM dalam mengatasi permasalahan bangsa. Lha, kalo saya melihat STMN Perkapalan memiliki peluang yang sangat besar. Kenapa? karena sumber daya yang dimiliki relatif melimpah. Apakah itu sumberdaya kualitas pengajar, kualitas siswa, atapun kelengkapan dan kemutakhiran perlengakapan bengkel jika dibandingkan dengan STM lainnya. Dan menurut saya hal itu hanya membutuhkan komitmen perubahan. Dimana saat ini almamater kita berorientasi mencetak tenaga kerja yang berskill tinggi supaya ditambah dengan kemampuan menjadi entrepreneur yang siapa tahu hal itu bisa berguna dalam kondisi perekonomian yang kesulitan mencetak lapangan kerja baru.

    Hal yang perlu dipikirkan adalah bahwa perubahan itu bukan hanya tergantung pastineng urip tapi dari diri manusianya juga siap berubah. Menyitir satu ayat yang dikutip, Bambang Hartarto? (IK V) bahwa “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu merubah nasibnya sendiri”.

    Mungkin itu dari saya dan mohon maaf kalo tidak berkenan.

  15. alex STM mengatakan:

    maaf itu jg utk IK V

  16. alex STM mengatakan:

    @ alumni TLK, IK V, abimz, sword man

    akhirnya makin mengerucut, ini bs dijadikan thema menarik saat nanti ketemu di reuni. sumbang saran ato apapun namanya sangat berarti bg perkembangan almamater tercinta.tks…anak-anakku

  17. Alumni TLK mengatakan:

    @ Pak Alex STM,

    Suwun Pak alex atas nasehatnya. Btw, kalo boleh tahu sampeyan ini siapa ya?

    Saya tidak akan lupa sama kulit apalagi lupa diri😀. Saya memang kurang senang mendiskusikan mengenai tata tertib yang berlaku dalam suatu komunitas. Karena tata tertib itu dibuat dengan subjektifitas budaya dan keseharian masyarakatnya. Dan hal itu bagi saya tidak bersifat universal dan mutlak.

    Seperti banyak diceritakan dalam buku Frans Johansson, The Medici Effect: Breakthrough Insight at the Intersection of Idea, Concepts & Culture, bahwa seseorang yang telah terjebak dalam kebenaran norma/aturan/pranata sosial dan menganggap norma masyarakat lain kurang benar akan menyebabkan orang tersebut sulit menemukan ide inovatif.

    Saya menyarankan untuk alumni, siswa serta bapak-ibu guru untuk membaca buku bagus itu. Kalo gak salah di Toga Mas ada buku terjemahannya judulnya “Inovasi Titik Temu”, murah kok. Sebagai referensi aja dan siapa tahu bisa mengispirasi kita menuju titik temu😀.

    Itu mungkin dari saya dan maaf kalo tidak berkenan. Bravo STMN Perkapalan :))

  18. tjiptoadi mengatakan:

    waduh jangan terlalu berat kalo diskusi disini kalo bisa, santai santai aja nih dan enjoy aja disini, kangen kangenannya blom habis harus diskusi yang berat, ok kita sayang semua

  19. IK V mengatakan:

    Nyuwun sewu…sekedar koreksi
    @Panjul (alumni TLK – A),
    Saya Bambang Winarta, kalau hartanto yang ada Agus Hartanto TLK-B angkatan V juga, alumni Teknik Fisika ITS, cuma saya kehilangan jejaknya.

    Terima kasih.

  20. abimz mengatakan:

    @pak tjip

    dengan diskusi diatas ,merupakan bukti bahwa skolah kita bukan cuman pencetak SDM pekerja tetapi juga pemikir (entrepreneur dlm bhsnya mas panjul)…
    mungin dari bahasan awal ada sedikit kekeliruan ,dimana dikatakan lulusan STM perkapalan hanya siap jadi pekerja,padahal ngga seperti itu.
    smua hanya tergantung peluang dan kemauan dimasing2 individu (alumni),dan itu bisa dilihat sperti mas panjul yang memilih menjadi ekonom,mbah somo yang menjadi programer,dan kalo ngga salah dulu juga ada yang kuliah dijurusan kedokteran,dan saya sendiri yang memilih berkarir dibidang yang memang saya pilih saat skul distemapal.dan tentunya dari masing2 contoh individu diatas mendapatkan satu kepuasan dlm karier yang dijalani sekarang.jadi harusnya ngga ada gengsi /malu apakah kita nantinya jadi ekonom,programer,dokter maupun welder.saya bahkan yakin 100% bangsa kita ini ngga akan pernah maju apabila elemen bangsa ini smua menjadi orang besar,yang ada justru saling kritik,saling bersaing seperti apa yang terjadi saat ini.ini terjadi karena masing merasa menjadi yang no 1 dan pantas memimpin bangsa,jiah jadi oot lagi.

    pokoknya intinya keragaman itu akan membuat kita makin kokoh dan kuat

    stemapal bikin perusahaan???saya dukung dah

  21. brodin mengatakan:

    @ alumni TLK + taretan sadajah

    pak alex itu hanyalah salah satu “Oemar Bakry” di negeri ini,yg masih menaruh perhatian pada almamater kita dg segala karakternya.
    klopun menemukan keyakinan baru pada level pandang ber beda dg beliau, ketahui bahwa tak ada istilah’mantan guru’ atau ‘mantan murid’ di pertemuan ini.
    posisimu yg sekarang diwilayah keilmuan dg basis sosial,akan mempengaruhi sudut fikirmu.tak jauh beda dg orang dg keilmuan diwilayah exacta.yg membedakan tentu dasar berpijak atas hasil fikirnya.elastisitas diwilayahmu kepastian diwilayah exacta. mosok mau dibenturkan…?

  22. brodin mengatakan:

    @ pak tjip

    saya kok melihat diskusi ini semacam ‘penghangatan suasana’ sebelum masuk arena sesungguhnya macam ‘sumbang saran’ato sejenisnya yg akan disampaikan ke almamater kita.
    sekaligus sarana diskusi ini bisa dipakai untuk ‘nggerabag’ seberapa terjadi perkembangan dalam banyak frame pada alumni,guru,siswa dan almamater ini.

  23. Alumni TLK mengatakan:

    @Abimz,

    antara pemikir dan entrepreneur itu beda Bimz, enterprenur itu menurut kamus adalah orang yang membuat produk atau mendirikan usaha untuk memperoleh keuntungan.

    @ IK V
    Sorry Bambang Winanrta. Saya bingung soalnya pada angkatan kita nama depan Bambang itu banyak sekali. DI kelas saya aja ada 2 orang yang nama depannya Bambang. Tapi, InsyaAllah sekarang udah gak bingung lagi dan semoga tidak salah lagi😀.

    @ Brodin,
    Ini bukan mau membentur-benturkan Pak😀. Saya sekedar membagi informasi yang saya miliki dan semoga ini bisa bermanfaat dan memberikan kontribusi pada almamater tercinta. Kalaupun masukan saya tidak berguna juga tidak menjadi masalah karena apa wewenang saya memaksakan kehendak :)). Itu semua saya lakukan sebagai upaya menunjukkan rasa cinta saya pada almamater yang pernah membesarkan saya.

    Terima kasih dan mohon maaf kalo tidak berkenan.

  24. Alumni TLK mengatakan:

    @ Pak Tjip,

    Iya pak saya lupa pernah memberikan masukan diskusinya supaya topiknya gak terlalu berat.

    Pak, kalo boleh tahu apa pihak sekolah saat ini punya data berapa jumlah lulusan baru (fresh greduate) yang terserap pasar dan tidak. Kalo ada, saya pingin bandingkan dengan data nasional yang saya punya. Lain waktu, saya ingin memberikan hasil analisis saya terkait perilaku pasar tenaga kerja pada lulusan sekolah menengah (SMA dan STM). Karena hal itu yang melatari masukan saya untuk merubah mindset STM.

    Matur suwun dan mohon maaf kalo tidak berkenan.

  25. penggemar silat mengatakan:

    @ semua yg diskusi

    yaa…. keburu dingin dulu suasana diskusinya. aku malah pengin tahu titik kulminasi dari ‘pertandingan’ antr p alex dg alumni TLK soal enterpreneurship(yg di wujudkan dg pendidikan hal koperasi yg inovatip,pembe kalan tambahan yg lain).2.maindset sekolah kejuruan tehnik ke depan(kita akan jd pioneernya klo dimungkin kan).tolong deh ….dilanjutkan biar arena ‘persila tan fikir’ jadi seru dan menarik.

    @ brodin
    kamu di luar nyupporteri aja dulu

  26. aphal mengatakan:

    @mas Panjul

    what a great story! benar-benar menambah semangat. g selamanya lulusan stm hanya berkutat di pabrik dan pabrik lg. tp tujuan jg cita2 seseorang brbeda. mau di pabrik ayo, yg kuliah bagus, jd tentara mngkin, mlh hebat, atawa jd pengusaha bahkan sampe jd caleg yo monggo! selama ada kesempatan “hajar”! saya yakin kita lulusan perkapalan mampu dan bisa!

    @yg punya ide2 cemerlang

    bgnm klo slng berttp muka lngsng. mungkn mas2 bs luangkan waktu nymbangi sekolah?

    saya kira tdk ada yg salah dg penerapan disiplin di stm dg segala peraturan2nya. sayapun mndptkan manfaat dr itu di pekerjaan saya skrg di Dirjen Bea dan Cukai. kita jd seperti skrg salah satunya jg terbntuk krna kita dulu melaksanakan perturan sekolah.

  27. sword man mengatakan:

    @ aphal

    sy sependapat denganmu,langkah berikut kedepan , biarlah inisiatip dr pihak sekolah(klo memang mo nangkap suasana positip ini).tapi, …..berani ta?

  28. Alumni TLK mengatakan:

    iya-ya. Btw, kapan nie IKAPAL mau mengadakan alumni? Rasanya itu perlu untuk berdiskusi atau sumbang saran untuk para pengambil kebijakan di STMN Perkapalan.

    Kalo diskusi mengenai perubahan mindset STMN perkapalan sih sepenuhnya saya serahkan kepada para khalayak semuanya. Kalo mau diteruskan ya monggo dan saya akan mengikutinya. Kalo tidak ya gak apa2 nanti disimpan dan kalo ada temu alumni bisa dijadikan sikap dan pandangan resmi alumni untuk mencetak blue print bagi kemajuan STMN Perkapalan.

    Matur suwun dan maaf kalo tidak berkenan.

  29. masdhenk mengatakan:

    ikutan urun rembug… eh malah wes adem ( tapi yo syukur, hehehe)

    terlepas dari pro dan kontra dengan pakem “yang dianggap lama” dan “pakem yang dianggap baru” saya malah berfikir kenapa kita masih berkutat memikirkan hal itu??
    apakah tidak lebih baik kalau kita menyebarkan energi positip kepada semua orang sehingga yang terbangun adalah juga energi positif??

    kalau ada waktu, silakan baca buku The secret atau buku Provokasi nya Prasetya..

    maaf bila kurang berkenan

  30. penggemar silat mengatakan:

    @ masdhenk

    itu buku mo nuntun jd agen rahasia ato jd penggerak massa?(jgn marah kan cuma tanya pren)

  31. masdhenk mengatakan:

    @penggemar silat
    hehe… inilah contoh “provokasi ” yang saya inginkan🙂
    dengan sedikit info, maka akan penasaran dengan info itu🙂

    Buku the secret bukan buku tentang agen rahasia, atau apalagi agen koran dan gas elpiji, tetapi dibuku yang bagus banget itu ( menurut saya) kita akan bukan diceramahi, cuman diceritakan tentang hal hal sederhana yang intinya semua fikiran positif kita adalah pasti membuat sesuatu yang “unpredictable” dan benar benar dsyat
    Kalo buku provokasi punya si Prasetya isinya “provokasi” agar kita terprovokasi untuk selalu berfikir positif.

    Jadi, entah itu jadi orang pabrikan, caleg, ekonom dan lain lain bukan suatu hal yang perlu di sesali ataupun dibuat stigma bahwa ini “low” itu “high” karena ternyata muara semuanya adalah gimana kita mengolah hati ( kata buku itu lho, bukan saya)🙂

    (walah, kok malah mlenceng kreweng kesini bahasannya)
    nuwun ngapunten sedoyo kemawon nggih🙂

  32. penggemar silat mengatakan:

    @ masdhenk

    nggiiii….hhhhhhhh.

  33. mbahsomo mengatakan:

    Walah malah gak mudeng aku😀

  34. penggemar silat mengatakan:

    @ mbah somo

    sing ngikuti dg telaten,bakal ngunduh pangerten.

  35. abimz_W7 mengatakan:

    nambahin,,,ya emang kudu aktif biar ngerti topik yang sedang dibicarakan.dan rajin2 scroll mouse ke awal komentar,,jadi bisa mudeng

  36. penggemar silat mengatakan:

    @ abimz

    heeeee….eh.

  37. penggemar silat mengatakan:

    @ mbah somo

    ni hari jumat apa mbah, kok nggak koment blasss. pa lagi topo ngrame ta?

  38. penggemar silat mengatakan:

    @ mbah somo

    ni hari jumat apa mbah, kok nggak koment blasss. pa lagi “topo ngrame” ta?

  39. kukuh mengatakan:

    Selamat buat sahabatku AT (Ahmad Tohari). Sekarang sudah sukses. Semoga bisa menjadi pemicu adik-adik untuk maju. Bahkan melebihi.

  40. Sorry saya salah satu alumni SMKN 3 Buduran tetapi jarang browsing disitus almamater sendiri..jadi rada telat membaca informasi yang luar biasa ini..
    Selamat buat Mas Panjul…saya setengah tidak percaya kalau melihat track record Mas Panjul semasa STM yang suka taaaawuraaaan dengan prestasi yang sudah ditorehkan ini…apalagi sama jurusan KKB V kayaknya TLK V adalah musuh bebuyutan ^_^ ..tetapi jujur saya salut dengan semangatnya.. dua jempol buat Mas Panjul.
    Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi adik – adik kelas SMKN 3 Buduran… Bravo buat kita semua…

  41. penggemar silat mengatakan:

    @ bobon-ship Building V

    sayang lho telat,tapi gak papa kok. terus sudah baca dialog seru panjul dg pak alex STM ? gimana pendapatmu untuk kedepan dg kopsis PUTRA BAHTERA ?

  42. abimz mengatakan:

    btw pak alexnya kmn sih kok ngga pernah nongol

  43. @penggemar silat

    kan ada pepatah ” Lebih Baik Telat dari Tidak Sama Sekali “…. ^_^ pepatahe rodo mekso….
    Ma’af penggemar silat, anda siapa ya Pak??
    Apakah anda salah satu pengurus atau dewan penasihat atau pembimbing kopsis PUTRA BAHTERA??

  44. ralat: pepatahnya ” Lebih Baik Telat daripada Tidak Sama Sekali “

  45. Panjul TLK V mengatakan:

    @ Bobon,

    Yo opo kabare Bon? He…he suwe gak ketemu karo musuh bebuyutan rek ^_^. Btw, yo opo kabare gank Tuban liyane? semoga sehat…sehat ae kabeh.

    He2… iyo Bon, mbiyen antar kelas kene (KKB dan TLK) iku koyok kucing ketemu tikus. Tawuran ae😀. Maklum Bon jenenge ae arek cilik, jek tas lulus SMP dadi senengane yo dolanan dan gelut-gelutan😀. Mangkane kanggo adik-adik, ojok ditiru mas-masmu mbiyen dan sampeyan kabeh kudhu luwe apik ketimbang kene angkatan 5. Bener nggak Bon?

    Salam lan ngaputen mbok menawi mboten kerso

  46. darknes IPK VI mengatakan:

    thanks kang panjul
    ternyata telah kamu buktikan

  47. @ Panjul

    Kabare apik – apik ae…gank Tuban kabare yo apik2 kabeh..Maturnuwun. Wis podho keluarga kabeh, kari aku ( he..he..he..melas yo )
    Rusdiyanto ( Paijo ) saiki kerjo nang pelayaran, keliling luar negeri thok…
    Pituture Mas Panjul iku buener banget gt loh ^_^ ….Adik – adik kelas ojo niru mas – mas mbiyen, lan kudhu luwe apik….
    SALAM 3 JARI METAL😀

  48. syamsudin mengatakan:

    @panjul

    wuuiiik cek adohe kon sekolah njul..? ketoke kon golek
    kodew uya ae he…he…he
    wah saiki wis urip enak yo… aminn…
    sek eling biyen rokok sak-util didom wong sak kampung he..he..he

    gitarmu biyen yok opo kabare eling ngamen nang taman rek
    sek hubungan karo agus homo ta? bangun,gundul, tukhin, pii, mbah, ambon 1&2,mbah sis? karo arek2 liyane ?

    wingenane aku ditelpon karo paidi (iswadi prayitno ), areke saiki sekolah kapene dadi pastor (ini tanda yang lain bahwa lulusan perkapalan bisa menjadi apa saja asal persone-nya sendiri teguh memeluk mimpinya)

    bojoku wong bungah tapi yo lek pas nang gresik repot terus waktuku terbatas dadine gak sempat goleki alamate arek2

    yo wis mugo2 ilemumu isok lang diterapno nang indonesia supaya uripe wong cilik isok luwih apik, ojok sampek ngkok dorong2 wis kebandang kodew trus lali balik indonesia.

    yo wis yo njul donga dinonga ae yo

    nomor telponku
    kantor : +62542-538231/8213/8214
    hp : +6281277180325

    @ bobon

    yok opo rek kabare tuban? sek krjo nang PAL ta Bon?
    mugo2 selalu dilimpahi berkah ambek seng kuoso amin..

    kon saiki manggon nang endi, anakmu piro? diajari tari kontemporer anakmu engko yo cekno mantep koyok bapake.

    yo opo iki kapan dianakno reuni akbar STEMAPAL?

  49. alex STM mengatakan:

    @ semuanya yg lagi diskusi

    kan tambah seru kangennya………..coba nanti ketemu di reuni. terus disetting supaya tak jadi ajang lepas kangen aj. woooooh tambah siiip aee.
    misalnya……yaaa apa lagi klo nggak nyumbang pikiran, nyumbang gagasan ato ug lain dan memberi kemanfaatan. cuma kudu di”PLANNING” mulai sekarang termasuk uba rampe rencana reuni(akbar) itu.halo…coyy ?

  50. siswanto tantular mengatakan:

    assalamu’alaikum wr. wb

    Alhamdulillah saya siswanto tantular alumni STM negeri Perkapalan Sidoarjo angkatan 2 jurusan IPK bisa ikut mengomentari perjalanan Ahmad Tohari. Karena saya baru mengetahui kalau STM perkapalan punya wadah untuk komunikasi.
    yang bisa saya katakan bahwa mas Tohari luar biasa. semua itu menurut saya di karenakan perjuangan dan pemikiran mas Tohari yang tidak terjebak oleh pandangan orang lain yang berfikiran bahwa anak STM kurang pandai dibandingkan dengan anak SMA. Saya sendiri dulunya juga dianggap tidak mampu karena lulusan STM dan memang benar saya tidak diterima di Universitas negeri, tetapi masih banyak universitas swasta yang bagus dan bermutu. akhirnya saya kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang jurusan mesin tahun 1995, dengan berbekal ilmu dan keterampilan dari STM yang tidak dimiliki oleh anak SMA akhirnya saya mencoba test untuk jadi asisten dosen menggambar teknik, dan alhamdulliah saya di terima jadi asisten dosen mulai semester 3 sampai saya lulus dan merintis laboratorium Autocad UMM sekaligus sebagai pengajar di lab Autocad UMM. setelah lulus saya bekerja sebagai drafter di perusahaan Furniture di Ngoro Industri selama 2 tahun, selanjutnya saya bekerja di PT. Hamada Boiler sebagai engineering sampai sekarang dan berkantor di Jakarta dan Malaysia. Untuk teman – teman alumni angkatan 1 dan 2 banyak yang belum tahu, dan mungkin sudah ketinggalan informasi. Semoga alumni STM Perkapalan Sidoarjo terus bekerja dan berfikir untuk kemajuan bangsa Indonesia. Amin

  51. sword.x.tam mengatakan:

    jadi pengen ikutan sukses neeh…

    resepna gimana kang??

  52. rumadi mengatakan:

    membaca cerita mas panjul, saya jadi bersemangat lagi untuk terus mengejar impian, karena dengan semangat dan kerja keras pantang menyerah maka kita bisa meraih apapun yang kita impikan.

  53. Alumni TLK mengatakan:

    @Samsudin

    He…3x awakmu ijik iling masa lalu ae Din. Iyo, mbiyen kene sampek ngamen2 yo. Paling sedih lek ngamen tapi sing diameni sok gak kerungu hiks…..3x. Tapi semoga pengalaman pahit kene mbiyen isok menjadi motivasi agar kita tidak lupa diri dan lebih berusaha untuk menggapai mimpi.

    Lek hubungan, aku ijik pernah ketemu karo konco-konco (agus homo, Doni dan Bowo), tapi liyane aku gak tau ketemu Din. Oh iyo, informasi kanggo awakmu lek Erwin Prasetya wis meninggal dunia Din. Pas iku aku sempat ngelayat karo arek-arek iku.

    @ Pak Alex,

    Iya setuju Pak. Sebaiknya perlu mulai dipikirkan untuk diadakannya reuni sekaligus menyusun database alumni biar hubungan antara alumni dan pihak sekolah tetap terjaga.

  54. Alumni TLK mengatakan:

    @ Mas Siswanto Tantular

    Terima kasih mas atas sharing pengalaman Mas Siswanto. Saya jadi lebih bersemangat untuk lebih berkarya. Bagi saya pribadi tidak ada sesuatu yang luar biasa. Saya teringat salah satu point yang disampaikan oleh steve Job (CEO dan pendiri Apple) ketika dia didapuk untuk memberikan pidato pada acara wisuda di Stanford University. Bahwa kunci untuk dapat menggapai kehidupan yang lebih baik adalah stay hungry and stay foolish. Secara implisit pesan tersebut ditujukan agar kita tidak mudah puas dan selalu berusaha untuk mengejar sesuatu yang lebih tinggi.

    Saya sangat setuju bahwa kita harus menghilangkan stigma yang mengasumsikan anak-anak yang sekolah di STM tidak sepintar anak2 yang sekolah di SMA. Karena menurut Einstein kepandaian itu 99% ditentukan oleh belajar (usaha) sedangkan hanya 1% yang dipengaruhi oleh gen. jadi jika mempercayai statement tersebut maka yang menentukan keberhasilan seseorang adalah usahanya bukan karena kepintarannya.

    @ Sword.x.tam

    Kalo pendapat saya meskipun saya sendiri juga masih jauh dikatakan sukses bahwa kunci untuk meraih mimpi adalah stay hungry and stay foolish (Steve Job dan Einstein). Coba tanya kepada Mas Bambang (IK V), mungkin beliau juga bisa memberikan resep yang lebih jitu. Bagaimana Mas Bambang?…….

    terima kasih dan mohon maaf jika tidak berkenan.

  55. Syamsuddin mengatakan:

    @ Panjul

    jeh alamat email-mu tolong dikirim yo, gak enakkkan lek mbahas sing rodok personal nang ngone forum ngene.

    trus yok opo kon iki wis balik nang indonesia tah sik nang negoro walondo?

    @ Pak Alex

    jadi ingat nama panggilan teman sekelas dulu yang artinya anak jeleks…wakakakaksss (just kidding ).

    insyaallah kalo saya ada waktu saya pasti mampir disekolah pak alex.

    mungkin yang lebih baik, teman2 yang masih berdomisili di sidoarjo mulai menyusun daftar acara yang dikombinasikan dengan acara yang mungkin diusulkan oleh sekolah (jadi gak cuma temu kangen aja tapi juga sesuatu yang bermanfaat )

    setelah itu tentukan tanggal tentative-nya ( ini berguna bagi kami yang kerja dengan schedule yang tidak normal )

    kalo tempat sih saya tetep preffer kalo diadakan di sekolah aja.

    hope to see you soon guys…..

  56. abimz mengatakan:

    yang muda seperti saya nurut apa kata kakak aja,oh ya sebagai info kalo mas ari angkatan 2 lk klo ngga salah masih aktif disanggar pramuka ambalan,,silahkan bgi kakak/rekan2 yang ingin ngobrol2 ringan datang aja hari sabtu kesekolah.makasih

  57. Alumni TLK mengatakan:

    @ Samsudin,

    Aku wis nang Indonesia Din. Saiki aku kebetulan kerjo nang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan ngantorku nok Jakarta. Emailku: achmad_tohari@yahoo.com

    Terima kasih dan mohon maaf kalo tidak berkenan

  58. @ Panjul
    turut bela sungkawa atas meninggalnya Erwin Prasetya, saya jadi inget waktu STM dulu..orang yang bisa matahin kunci inggris hanya seorang yaitu Erwin Prasetya…LUAR BIASA
    Semoga diterima amal ibadahnya..Amin
    punya no HP, E-mail, ato apa aja buat hubungi BOWO???minta tolong saya dikasih…
    Terima Kasih…

    @ Samsudin
    Din aku sekarang kerja di Garudafood, sementara masih single, belum married and masih di Surabaya…
    Yo’opo dirimu kerjo nang ndi saiki??

  59. Syamsudin mengatakan:

    @ Panjul

    Aku wis ketemu bowo dek wingi, areke baru kenek surplus. disekolahan sempet ngobrol dengan Pak Ridwan (mantan satkam diklat ) dan Pak Wastono guru sejarah. Sempat juga ngobrol dengan Jo bakul esteh dan jajanan yang ternyata sudah mengabdi sebagai dokter yang biasa ngobatin perut keroncongannya anak STM PAL wakakakakss.
    Nggak sadar kalo jo ternyata Jo udah melayani lingkungan sekolahan buduran selama +- 17 tahun, selamat dan sukses buat Jo terimakasih atas segala jasanya.

    Ketemu Pak wastono dan ngobrol ngalor ngidul tentang makanan ( ditunggu aja pak, insyallah kalo memang lagi selo saya pasti memenuhi janji saya .

    Kemarin sih katanya jo Atok ” ambon ” hastanto sempat legalisir ijazah di sekolahan tapi keburu pulang kayaknya dan aku ga sempat ketemu, katanya sih mo berangkat ke korea.

    @ Bobon

    Wah akhirnya ketemu juga Bon. kamu sekarang tinggal disurabaya didaerah mana? ntar kalo ada waktu aku pasti mampir.

  60. someone mengatakan:

    @ pak alex STM

    bgm klo di pertemukan aj itu ide reuni agar lebih punya bentuk ? panitya kecil sbg ujung tombak u mewujudkan itu perlu disusun pak.(ini sekedar usul pak).apa betul njenengan yg tampil diwawancara Metro TV,AN TV dan Arek TV saat memperingati 3 tahun lumpur Lapindo ? bener yaa….pak ?

  61. someone mengatakan:

    @ semua saja

    kok dialog antara pak alex dg mas panjul hal ekonomi terkait koperasi sudah dilibas ?lha itu salah satu bahan utk pencerahan kita mengenal sudut pandang terhadap salah satu pilar ekonomi kita. apa ada yg salah ?

  62. Nita GRB VII mengatakan:

    Selamat mas Panjul, aq th bgt kl sbenernnya smua yg ada di STEMAPAL adalah yg terbaik..

  63. Alumni TLK mengatakan:

    @someone

    He…he… udah selesai Pak. nanti kalo sampai ke lebih mikro takutnya kalo pengguna lain bisa bosen dengan blog ini😀.

    @ Nita GRB VII

    Gimana kabar kamu? lama gak ketemu padahal dulu kamu sering ta apelin ya Nit he…he….. Udah punya anak berapa kamu?

  64. haduh……

    ternyata jadi orang ulet itu bangga juga’ udah sukses dapet foto ama 2 bule’…

    pengen juga jadi orang ulet…

  65. abimz_W7 mengatakan:

    @ fandi

    pingin ilmunya apa pingin foto ma bule nya?

  66. Nita GRB VII mengatakan:

    @ Alumni TLK

    Baik..kira-kira kamu siapa ya? Btw, mo ada reuni akbar kayak dulu lagi ta?

  67. Panjul TLK V mengatakan:

    @ Nita GRB VII

    Saya panjul. Apa kamu yang dulu kos di daerah antartika itu ya Nit? perasaan saya dulu sering main ke tempat kamu he…he… Jadi lupa-lupa inget maklum udah lama gak ketemu

  68. afif IPK angk V mengatakan:

    Njul,….gak pernah pulang ta….wah 2x jangan sampe kelamaan di negeri belanda njul….

  69. IK V mengatakan:

    Matur suwun Mas Panjul, tersanjung di panggil “beliau”.Maaf telat juga meresponnya. Saya belum bisa memberikan resep-resep jitu, selama ini saya hanya melakukan hal terbaik yang saya bisa, berikutnya saya serahkan semua ke Yang Maha Kuasa. Apapun hasilnya itu yang terbaik dari Yang diatas, setidaknya kita sudah melakukan hal terbaik yang kita bisa.

    Memang pernah ada reuni akbar?, saya kok baru mendengarnya……..

    Afif ini kalau ga salah temannya se”desa/daerah”nya Naneng, Nuril..benarkah????

    Matur suwun, Mohon maaf jika kurang berkenan.

  70. mbahsomo mengatakan:

    Buat saudara – saudara semua jangan lupa babtu ramaikan forum http://stemapal.net😀

  71. Nita GRB VIII mengatakan:

    @ Panjul TLK V

    Benul…alias betul. Gak nyangka ya… Btw kbr soulmatenya gmn? maksudku mas Atok Ambon? Aq inget bgt btp gokilnya kalian, pas ngerjain adek2 kelas, terutama yg cewek gt lho.. Kt sampe takuuut.. Tp pas sendiri2 [nggak sm gank anak2 las-nya], berubah jd pendiam..Inget gak tuh?

  72. Panjul TLK V mengatakan:

    @Afif IPK angk. V

    Aku sudah pulang hampir satu tahun yang lalu kok Fif. Iya nanti kalo kelamaan jadi lupa derita bangsa😀.

    @ Nita

    Inget tapi agak-agak lupa Nit😀. Btw, kamu udah jadi ibu ta Nit? email kamu apa sih? emailku: achmad_tohari@yahoo.com Untuk kabar Atok aku kurang tahu karena aku belum ketemu sejak lulus STM dulu. Kabar terakhir dari Samsudin katanya dia mau balik ke Korea lagi.

  73. karmapala mengatakan:

    Heheeh… akhirnya ketmu jg..
    Salam buat smuanya….
    Salut mendengar ceritany mas Panjul… klu diinget inget waktu dlu, sungguh gk nyangka bakalan jdi begini.. si panjul yng dulu orangny acak2an skr jdi orng yng proff. Klu dipikir2 gila bener prestasi tuch orang.
    Trims jg buat abimz dan mbahsomo yng telah mmberikan petunjuk shngga aq bsa mampir ke forum ini.
    Oh.. ya.. sekali lagi buat mas panjul, klu gk salah 4 tahun yng lalu aq ketemu ama Atok/Ambon pas naik bus, waktu itu dia jadi kondektur bus. “Ramuten njul bojomu iku” heheheh.. Bravo smuany.

    TLK-7

  74. alumni welding 1999 mengatakan:

    @ karmapala….

    sama2 jek….sing sering sobo skul yo …nek dino sabtu ae OKE

  75. Lalu mengatakan:

    Mas Panjul, aku akan nyusul..
    Sukses ya?

  76. khoirul"kucing" mengatakan:

    ass.
    cory baru tau kalo da situs u anak stmn perkapalan.
    bon lek bujang podo karo ak. yo op kabare genk bungur sik komplit ta? arek bangil sering dilalikno tp aku ngerti lek aku wis ditarik teko peredaran.
    kabare arek ship Angk V sopo sing iso dihubungi
    trims

  77. alex stm mengatakan:

    @ someone

    begitulah lakon hidup, sy tak pernah bercita-cita seperti pertanyaanmu tgl 30 mei itu.makasih anakku.
    maaf telat njawab.

  78. rudi s (ship building II) mengatakan:

    Alkhamdulillah, adik-adik kelasku akeh sing hebat-hebat sehingga bisa menjunjung nama besar almamater STM Perkapalan.
    Kami sebagai angkatan yang termasuk tua (angkatan kedua) ikut menyumbang do’a dan dukungan bagi adik2 semua biar pada sukses dalam berkarir dalam bidang apapun, teruslah kejar mimpi2 kalian dan tangkaplah dalam genggaman tangan anda.

    Wasalam
    Rudi Setiawan
    Cost Control Engineer
    QIPCO Holding- Dohaa, Qatar

  79. rudi s (ship building II) mengatakan:

    O, iyo lali aku, konco2 & adik2 sekalian sing juga kepingin surat-menyurat, barangkali kepengin berbagi pengalaman dan curhat2an, iki alamat email ku rudiseti@yahoo.com, sepurone durung sempat gawe website dewe.
    Soale iki aku yo lagi kesepian di Qatar, butuh teman curhat dan berbagi cerita.

    Wasalam
    Rudi S

  80. febri mengatakan:

    Waah,cerita mas Panjul membuat saya terinspirai dan termotivasi untuk serius dalam menggapai sesuatu..”Jujur,saya ini orangnya mudah minder..tapi setelah membaca artikel ini,saya merasa lebih tenang dan yakin bahwa keterbatasan ekonomi itu tidak akan menutup kesempatan bagi kita untuk meraih kesuksesan..”

    SUKSES TERUS BUAT MAS PANJUL DAN PERKAPALAN GENERATION

    Ossshhh..!!

    -hidetshuka-

  81. kentang mengatakan:

    walah nggedabrus kabeh

  82. Catur bogang mengatakan:

    Gmn nih kbrx sklh kita saat ini, dah lama g pernah lihat n unjung2 k sklh sejak dinas d jkt. Catur bogang LK X. Buat liting LK X kasih kbr ke emailq ya.

  83. Masngud mengatakan:

    NIH. Dari IK 3
    Berhasil jangan diukur dari profesi atau setaranya.

    lulusan stm pal juga bisa jadi tukang bakso lho, dengan penghasilan 50 ribuan perhari, bisa hidup tentram bersama anak dan istri.

    nggak butuh ramene donya, malah marahi atine peteng.
    Jazakumulloh, teman2
    salam buat rekan2 angkatan 3

    matur nuwn
    masngud

  84. Masngud mengatakan:

    Buat mas Panjul yang sukses menjadi ekonom.

    Tolong dong kasih resep.
    menata ekonomi untuk jualan bakso

    masngud
    ik 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: