HIKMAH PUASA

PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.

“Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (S.al-Baqarah:183)

Perlu kita garis bawahi bahwa puasa diwajibkan untuk orang orang yang beriman, dan bagaimana dengan orang yang tidak beriman tentunya hal ini sudah diluar kontekstual.

“Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor.”
(H.R.Ibnu Khuzaimah)

Dari segi  medis puasa merupakan salah satu cara untuk memberikan keleluasaan pada organ tubuh kita untuk rehat khususnya organ pencernaan kita sehingga akan menadikan organ tubuh kita semakin baik.

Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.

Tapi perlu perhatian khusus bagi penduduk negeri kita dimana puasa ini malah menjadi konsumtip dengan ditunjukkan dengan harga kebutuhan bahan makanan yang naik akibat dari permintaan pasar yang meningkat, padahal menurut logika harusnya puasa ini permintaan bahan makanan harusnya berkurang dan harga makanan turun khususnya bahan pokok. seperti negara negara lain malaysia, arab saudi justru pada bulan romadhan ini harga bahan pokok selalu turun ato paling tidak biasa saja tidak ada  kenaikan.

Allah berfirman yang maksudnya:

“Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih -lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (s.al-A’raf:31)

Nabi s.a.w.juga bersabda:

“Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang.”

Marilah dengan puasa kali ini kita menjadi kaum yang tidak berlebihan dan tentunya beribadah lebih kita tingkatkan untuk menjadikan diri kita adalah menjadi “manusia yang beriman”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: